Kamis, 07 Januari 2016

Kepedulian Sosial




Kepedulian Sosial


Tidak ada di dunia ini orang hidup hanya dengan diri sendirinya ,tapi hidup bersama. Dalam kehidupan dari kita lahir ke dunia ini,  sampai kita dewasa pasti itu masih membutuhkan bantuan dari orang lain.  Bantuannya sangat sederhana seperti membantu saat kita kesusahan, menolong kita saat kita membutuhkan dan sebagainya. Karena di dunia hidup yang penuh dengan tantangan, serta cobaan dan penuh kebahagiaan.  Semua orang pasti memiliki tantangan masing-masing, dari situ kita akan meminta bantuan dari sesama dan juga Tuhan. Karena Tuhan dapat menolong kita dengan caranya sendiri dengan lewat perantara yaitu sesama kita sendiri.





Kita tidak dapat melakukan hanya dengan sendiri saja, kalau melakukan hanya dengan sendiri itu mungkin pekerjaan yang mudah, tapi kalau sulit kita membutuhkan bantuan. Seperti halnya saat kita masih bayi kita membutuhkan bantuan orang tua untuk membantu kita berjalan, berbicara, dan sikap yang baik. Karena ketika kita dewasa, kita juga akan membantu sesama kita yang kesusahan. Sebagai manusia kita harus berjiwa sosial, karena sebagai manusia kita tidak boleh egois, karena itu merupakan sikap yang tidak baik.

Setiap orang mempunyai sifat yang berbeda-beda, maka dari itu untuk mempersatukan manusia sangat susah, karena jika setiap orang memiliki sikap yang saling mengerti itu bukan masalah, karena bisa mengikuti setiap aturan.  Baik aturan bersama maupun aturan sendiri. Rasa kepedulian sebagai manusia bisa muncul kapan saja saat kita melihat orang itu susah. Kepedulian artinya kita membantu tanpa mengharapkan imbalan. Bantuan apa saja yang mungkin di butuhkannya. Ketika seseorang membutuhkannya.  Marilah membangun rasa kepedulian sosial antara sesama kita, karena dapat menciptakan suasana yang baik bagi kita semua.



Nency da Silva

Senin, 28 Desember 2015

Doa Bersama, Menumbuhkan Iman yang Teguh


Doa Bersama, Menumbuhkan Iman yang Teguh




Di zaman sekarang doa bersama jarang dilakukan, kalau dilihat lebih memilih doa pribadi. Sebenarnya doa bersama tidaklah sulit, hanya sibuk dengan kerja, tugas dan sebagainya. Kadang alasan kalau doa bersama, itu biasanya ribut atau ada hal-hal kecil yang terjadi seperti karena kita kurang konsentrasi kita ganggu orang disamping yang berdoa. Karena doa tergantung dari hati atau iman kita, kalau ada niat maka luangkan sedikit untuk berdoa bersama. Doa bersama ini hanya dilakukan biasanya umat basis atau komunitas kecil. Walaupun yang doa hanya sedikit, tapi hati kita dan iman harus terarah kepada Tuhan.

Doa merupakan salah satu kekuatan yang akan menolong kita saat kita menghadapi cobaan dan sebagai pengucapan syukur atau memohon ampun kepada Tuhan. Dengan doa kita bisa meminta apa saja kepada Tuhan kalau kita meminta pasti diberikan, seperti di alkitab mengatakan ketuklah maka akan di buka dan mintalah maka akan diberikan. Dengan begitu, kita bisa meminta apa saja, tapi yang sangat di butuhkan. Karena setiap kita umat manusia pasti punya permintaan, kalau kita sudah mendapatkannya jangan lupa untuk berterima kasih pada Tuhan.


Saya sendiri sebagai mahasiswa jarang berdoa bersama maupun pribadi, karena saya lebih banyak bersenang-senang atau kadang lebih mementingkan tugas sebagai pelajar. Di kampus saya mempunyai kelompok UKM dengan adanya kegiatan tersebut saya bisa ikut berdoa sesuai dengan jadwal yang diberikan. Kami membagi tugas dan menjalankan tugas masing-masing saat berdoa. Karena dari itu saya sadar saya hanya meminta apa saja yang saya butuhkan tapi saya lupa berterimakasih pada Tuhan untuk berkah-Nya terhadap saya. Karena masih memberikan nafas kehidupan kepada saya hingga saat ini.

Sebagai manusia saya sadar, berdoa bisa meneguhkan iman saya untuk tetap percaya kepada-Nya, karena jika tidak ada iman maka kita tidak akan percaya kepada Tuhan. Karena dengan adanya iman, kita yakin dan percaya bahwa Tuhan yang menolong  kita setiap langkah kaki kita, tapi melalui sesama kita baik yang kita kenal maupun kita tidak mengenalnya.





Dewasa dalam Cinta dan Iman


Dewasa dalam Iman dan Cinta


Di zaman sekarang banyak orang yang kurang peduli terhadap sesama, khususnya mereka yang mengalami cacat mental. Walaupun mereka cacat metal tapi mereka masih bisa melakukan kegiatan-kegiatan kecil, seperti menghitung, menulis, membaca dan bernyanyi.  Cacat mental adalah mereka yang memiliki kecerdasannya jelas berada dibawah rata-rata. Disamping itu mereka mengalami keterbelakangan dalam menyesuaikan diri dengan yang lain. Tidak semua orang terlahir dengan sempurna kita semua pasti mempunyai kekurangan baik mental dan fisik.



Ada orang yang mau menerima apa adanya dia tetapi, ada juga orang yang tidak mau menerima kebanyakan terjadi kepada orang yang fisiknya tidak mengalami cacat sedikit pun. Banyak orang tidak puas dengan apa yang mereka dapatkan  atau yang di berikan dari Tuhan, seharusnya apa yang diberikan Tuhan kepada kita.  Kita harus menjaga dan merawatnya khususnya pada tubuh kita sendiri, karena banyak orang sekarang banyak menyalahgunakan untuk kepuasan diri kita. Itu merupakan cara yang sangat salah.



Seharusnya kita bersyukur dengan apa yang kita miliki, apalagi kita sudah menjadi orang yang dewasa seharusnya kita lebih memikirkan kedepan dan demi masa depan kita. Buka dengan cara tersebut kita bisa menambahkan iman, tapi kalau kita melakukan hal tersebut  kita tidak akan menjadi orang yang mempunyai iman yang baik tapi iman yang buruk. Dengan tingkah laku kita yang buruk karena tidak menghargai pemberian Tuhan.  Sebagai manusia kita masih mempunyai hati yang selalu membant kita untuk mendengarkan mana yang baik dan mana yang salah.



Kami sebagai mahasiswa sebagai sesama manusia marilah menjadi orang yang lebih dewasa dalam iman dan cinta yang akan, kita berikan terhadap sesama tanpa memadang dia sempurna atau tidak sempurna dalam mental maupun fisik.Karena mereka sangat membutuhkan kasih sayang dari kita semuanya, dan mereka sudah ditelantarkan oleh orang tua mereka, karena mereka malu, justru itu merupakan pikiran orang yng belum dewasa . Itu merupakan pemikiran yang salah, kita harus lebih mengambil hikmah Tuhan, mungkin dibalik semua itu ada rencana Tuhan yang lai buat kita. Amin





Nancy da Silva

Kamis, 24 Desember 2015



MALAM NATAL MEMBAWA KEDAMAIAN

Di malam natal ini semua orang membawa pulang sukacita dari gereja, dengan wajah tersenyum. Mataku memandang semua orang, memakai baju yang baru, pati hati mereka juga baru untuk menyambut kedatangan Yesus. Hatiku juga senang bercampur sedih, karena tidak malam natal bersama orang tua dan keluargaku. Walaupun sedih, tapi aku tetap bahagia ada teman-teman yang bersamaku, itu yang membuat aku gembira. 

Malam natal merupakan malam penyambutan  Yesus  dan malam kedamaian. Dengan malam yang sunyi senyap ini semua orang merayakan khususnya yang beragama katolik dan kristen. Untuk itu kami semua berjabat tangan untuk meminta maaf semua kesalahan kami, baik yang sengaja maupun tidak sengaja. Sebagai umat beriman juga kami meminta ampun kepada Tuhan untuk semua dosa yang kami lakukan terhadap-Nya.  Kadang sebagai umat beriman kita juga belum memaafkan dosa yang sudah orang lain buat terhadap kita, apalagi sesuatu yang mungkin kita tidak bisa saling maaf. Tapi Tuhan bisa memaafkan dosa yang kita perbuat kepadanya, baik dosa itu sudah tidak mungkin untuk dimaafkan menurut kita sebagai manusia, karena manusia tidak sempurna yang sempurna hanyalah Tuhan.

Karena malam ini merupakan malam natal  yang berbahagia kepada kita umat beriman. Janganlah kita menyimpan rasa dendam terhadap siapa saja, marilah meminta maaf dan saling memaafkan. Dengan saling memaafkan kita akan  mendapatkan rahmat dari Tuhan, tapi rahmat itu kita tidak mendapatkannya sekarang, tapi ada saatnya. Karena kita harus saling memaafkan dari hati yang tulus dan menjaga tali kebersamaan kita agar tetap bersatu tanpa ada yang akan memisahkan kita satu sama lain. Dan tetap menyambut hari yang baru dan menanti masa depan yang cerah, karena masa depan kita masih panjang, tanpa ada yang tahu ke depan kita akan seperti apa nantinya. 



Nency da Silva











Cinta dalam Kehidupan yang Damai

Kata cinta pasti tidak asing terdengar bagi kita, karena semua orang pasti merasakan cinta, baik cinta terhadap semua orang lebih khususnya kepada orang yang kita sayangi. Cinta itu datang dengan sendirinya  dalam hati setiap umat manusia, karena cinta itu dirasakan dalam hati kita masing-masing. Cinta bisa membuat orang bahagia dan sedih, karena kita tidak tahu apa yang dirasakan orang lain. Cinta bukan hanya pada manusia saja tapi cinta yang paling besar adalah kepada Tuhan yang masih memberikan kita  nafas kehidupan sampai saat ini.

Tuhan juga mencintai kita sebagai umat-Nya,  cinta yang tanpa batas dan tidak memandang bulu. Sehingga Tuhan rela mengorbankan nyawa-Nya , demi kita umat manusia yang telah berbuat dosa. Dosa yang begitu banyak dipikul-Nya, tanpa kita sadari karena kita menganggap sebuah kesalahan atau dosa yang kecil itu biasa saja, seperti menyontek, mengeluarkan kata-kata kotor dan lain sebagainya. Dan kalau kita tidak meninggalkan kebiasaan buruk itu, maka kebisaan itu akan berkembang terus dalam diri kita dengan adanya kebiasaan itu kita bisa berbuat sesuatu yang lebih selain hal buruk sebelumnya yang kita miliki dalam diri kita.

Dan jangan sampai dengan kebiasaan tersebut membawa kita dari lingkungan yang kecil ke lingkungan yang besar sehingga kita lupa menempatkan diri kita. Dan bisa membuat orang yang sesama disamping kita merasa tidak suka dengan sikap atau tutur kata kita. Sebenarnya orang sudah memberikan cinta kepada kita tapi, kita membalas dengan cara yang salah. Sehingga kita tidak akan mendapatkan cinta  dari siapa pun, itu bisa membuat kita sedih. Maka dari itu kita harus refleksikan diri kita dan merenung untuk setiap hal yang kita lakukan kepada sesama.

Karena setiap perbuatan yang kita lakukan itu sudah tidak baik. Sebagai umat manusia yang masih punya hati dan pikiran yang diberikan Tuhan kepada kita, seharusnya sebelum berbuat kita memikirkan dulu, apa itu baik atau tidak. Maka dari itu, kita harus meminta maaf kepada Tuhan, dan sesama yang pernah kita sakiti hatinya sebelum terlambat.

Nancy da Silva













Senin, 21 Desember 2015



DALAM IMAN ADA KEDAMAIAN


Iman merupakan suatu keyakinan dalam diri dan percaya dengan sesuatu seperti keyakinan kepada Tuhan. Kita juga harus meminta kepada Tuhan supaya selalu menambahkan iman kita, tapi kita juga melakukan usaha agar iman kita ditambah. Kalau hanya meminta dan tanpa usaha itu semua sia-sia, usahakan yang kita buat harus bisa membuat kita dengan orang lain bahagia.

Hal yang haus kita lakukan tidak begitu banyak, seperti membantu, menghormati, menghargai, dan tidak boleh egois. Agar bisa tercipta kedamaian diantara kita dan sesama. Dengan adanya iman pasti hai kita penuh dengan kedamaian dan ketenangan dalam diri kita. Tidak mudah untuk mendapatkan kedamaian pati banyak cobaan yang harus kita lewati.

Jika mau membangun iman yang kuat kita juga harus bersatu dengan sesama yang selalu mendukung kita. Dimana dengan adanya dukungan membuat kita semakin bersemangat untuk menambahkan iman kita untuk kedamaian. Kedamaian datang dari kita sendiri, kita yang harus membawa damai ke dunia, kalau tidak ada kedamaian di dunia ini maka dunia ini hidup dengan penuh kehancuran,  semua orang hanya peduli dengan diri sendiri. Hidup dengan penuh egois dan ketamakan terjadi dimana-mana, yang lemah pastinya tertindas dan di intimidasi. Kehidupan yang tidak diinginkan manusia adalah kehidupan yang penuh kehancuran dan semua orang menginginkan kedamaian.

Kehidupan penuh iman dengan kedamaian pasti membuat kita semua bahagia karena,  kebahagian tidak bisa di beli tapi hanya bisa diberikan kepada sesama dengan hati tulus tanpa mengharapkan sebuah balasan atau imbalan yang lebih dari seseorang yang menerimanya. Kebahagian pasti hadir diantara kita semua dengan cara yang berbeda, karena tidak mungkin sama itu tergantung dari Tuhan yang memberikannya. Karena kita hanya menjalankan dengan cara dan keputusan yang kita buat baik itu keputusan sendiri atau keputusan bersama keluarga. Maka dari itu marilah kita membangun kedamaian dengan iman kita masing-masing.

Nency da Silva


Minggu, 20 Desember 2015




KESUCIAN DALAM KEBENCIAN



Kebencian tidak dapat membawakan kedamaian bagi kita semua, apalagi kebencian yang sampai ada rasa dendam dalam diri kita. Apakah bisa ada kedamaian dalam diri kita, itu merupakan tanda tanya yang sangat besar. Kebencian seiring datangnya kedamaian dalam diri seandainya kita bisa memaafkan orang tersebut. Sedangkan kesucian tidak semua manusia memiliki kesucian dalam dirinya pasti ada juga kebencian dalam diri kita, yang memiliki kesucian hanya Allah, tidak ada manusia yang hidup dengan sempurna.

Mengapa ada benci ? Ada atau tidak adanya benci tergantung dari orang tersebut, jika ada seseorang  yang membuat orang tersebut kesal atau marah kepada orang tersebut , sampai orang tersebut tak mau memaafkan kamu. Tidak ada orang yang tidak pernah kesal dengan orang lain,  jika orang tersebut membuat sesuatu yang tidak disukai orang itu, misalnya, kebanyakan pada anak sekolah, terkadang dengan teman dekatnya sendiri, pacar atau orang tua kadang  juga pada Tuhan jika menurut dia, karena tidak merasa adil dengan hidupnya  atau tidak puas dengan apa yang dimilikinya ,siapapun yang membuat dia sakit hati dan jengkel.

 Akibat dari benci tersebut bagi diri kita yaitu bisa membuat hidup kita tidak tenang sehingga kita hanya memikirkan masalah tersebut apa kita harus meminta maaf duluan atau tidak. Membuat kita serba salah, karena kita sudah membuat masalah itu jadi masalah yang besar, apalagi sebenarnya masalah hanya sepele saja karena ego kita terhadap orang lain. Memikirkan yang tidak-tidak tentang orang tersebut, seperti gosip yang membicarakan tentang orang tersebut.  Mengeluarkan kata-kata kotor dari mulut kita jika kita jengkel. Menyindir pada saat kita melihat orang tersebut lewat didepan kita dan dendam seumur hidup terhadap orang tersebut.

Kesucian dapat menyelamatkan kamu dari kebencian yang bisa membuat kamu menuju ke jurang yang dalam. Karena jika ada kebencian yang  tidak dapat di bendung lagi dengan kata maaf, rasanya kamu ingin membunuh orang tersebut, itulah mengapa kebencian bisa membawamu ke jurang yang dalam, dan kamu lakukan tanpa kamu sadari apa yang kamu perbuat. Memang manusia tidak ada yang sempurna, tapi kita musuh mempunyai hati nurani, akal budi dan kehendak bebas. Maka dari itu jika kita berbuat salah atau orang berbuat salah kepada kita, baik itu yang besar maupun kecil. 

Kalau seandainya masalahnya besar sebelum kita marah dan kesal terhadapnya, sebelum itu kita harus berpikir dulu, apakah kita yang benar atau kita yang salah.Sebelum kita mengambil keputusan sebaiknya kita berpikir dulu, jika sudah mendapatkan jawaban yang tidak dapat merugikan kita dan dia. Dengan adanya jawaban tersebut bisa membantu kamu untuk saling sadar mana yang baik dan salah. Karena dengan begitu semuanya bisa menjadi lebih baik.